Kegiatan
12 menit ago
Sebut Dunia Terlalu Serius, KH Miftah Tawarkan Humor untuk Rawat Toleransi di Bali
Sinergi lintas budaya dan agama kembali menggelora di Pulau Dewata melalui perhelatan akbar The 3rd…
Uncategorize
6 jam ago
26 TAHUN IJABI
Filosofi Identitas Visual Milad IJABI ke-26 Tidak semua perjalanan diukur oleh panjangnya waktu. Sebagian dikenang…
Kegiatan
4 hari ago
Merawat Kemanusiaan dalam Cahaya Karbala
Seperti menanti hilal yang membawa kabar sukacita, antusiasme jemaah untuk menyambut majelis Asyura selalu menjadi…
Uncategorize
1 minggu ago
Qodama shidqin di sisi-Mu bersama Husain dan para sahabat Husain
Maka, bagaimana agar kita kelak digabungkan dengan Habib, Muslim, Jawn dan para Syuhada Karbala lain…
Uncategorize
1 minggu ago
Memoar Ziarah Ke Ra’sul Husein Kairo
Sejarah Imam Husein bukanlah sekadar deretan angka tahun atau kronologi politik yang dingin. Ia adalah…
Uncategorize
1 minggu ago
KARBALA, HIJRAH, DAN JEJAK WARISAN: Menjemput Amanah dari Para Pendahulu
Hijrah adalah Keberangkatan dari "Status Quo" Hijrah Nabi bukanlah pelarian. Itu adalah keberanian untuk meninggalkan…
Al Qur'an
1 minggu ago
MAKNA SYUKUR DALAM SUJUD ZIARAH ASYURA
Kalimat اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، حَمْدَ الشَّاكِرِينَ لَكَ عَلَى مُصَابِهِمْ، اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى عَظِيمِ رَزِيَّتِي merupakan…
Uncategorize
2 minggu ago
Imam Husain a.s. dalam Tradisi Islam di Dunia Melayu–Nusantara: Bukti Diskursif, Artefak Budaya, dan Potensi Simbol Pemersatu
Artikel ini menguji dua hipotesis. Pertama, cinta, penghormatan, serta pengambilan inspirasi nilai moral, akhlak, dan perjuangan Imam Husain a.s. dalam peristiwa Asyura dan Karbala tidak bersifat eksklusif bagi Mazhab Syiah. Kedua, sikap tersebut hidup pula di lingkungan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, khususnya di dunia Melayu dan Nusantara. Pengujian dilakukan melalui dua jenis bukti yang ditriangulasikan: bukti diskursif berupa nash hadis dan pandangan ulama panutan Aswaja, serta artefak budaya yang masih dapat diamati hingga kini. Pada ranah diskursif, sumber-sumber hadis Ahlus Sunnah (Bukhari, Tirmidzi, Musnad Ahmad) memuliakan Ahlul Bait, dan qasidah duka karya Imam Syafi’i memperlihatkan kecintaan kepada keluarga Nabi sebagai sikap arus utama Sunni, bukan penanda Syiah. Pada ranah artefak, hikayat klasik Melayu serta tradisi hidup seperti Tabuik di Pariaman, Tabot di Bengkulu, larangan hajatan pada bulan Suro di Jawa, dan jejak penghormatan Ahlul Bait di Sulawesi menunjukkan akar yang dalam dan lintas mazhab. Temuan mendukung kedua hipotesis: sosok Imam Husain a.s. berfungsi sebagai figur supra-mazhab dalam keberislaman Melayu-Nusantara.
Kegiatan
2 minggu ago
PD IJABI Tasikmalaya Gelar Majelis Aza Muharam Imam Husein AS Malam ke-3 secara Hybrid
TASIKMALAYA, 17 Juni 2026 – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) Tasikmalaya sukses menyelenggarakan peringatan Majelis Azza Muharam Imam Husein AS Malam ke-3. Acara yang digelar secara hybrid ini berpusat secara luring di Sekretariat PD IJABI Tasikmalaya.
Kegiatan
2 minggu ago
Yayasan Canapena dan PD IJABI Cirebon Kota Gelar Bakti Sosial Memperingati Pengangkatan Imam Ali AS
CIREBON — Yayasan sosial Canapena ( Yascanapena )dan PD IJABI Cirebon Kota menggelar kegiatan bakti…






















