Kegiatan
    13 jam ago

    Mempererat Silaturahmi, IJABI Solo Raya Perkuat Komitmen “Ijtima’ul Qulub”

    Kyai Miftah juga mengingatkan agar setiap langkah perjuangan IJABI harus memiliki kemandirian strategi yang kuat, atau yang beliau istilahkan dengan Ibnul Labun. Strategi ini memastikan IJABI tetap berdiri tegak di atas prinsip orisinalitas pemikiran Ahlulbait tanpa bisa ditunggangi oleh kepentingan politik praktis dari pihak mana pun. 
    Uncategorize
    17 jam ago

    Ridha dalam Doa Sahar

    Inilah fitrah manusia . Ia selalu mengejar kesempurnaan eksistensialnya. Yakni, al falah. Kebahagiaan yang sejati.…
    Filsafat-Irfan
    19 jam ago

    Puasa dan Intensifikasi Kesadaran 

    Dalam filsafat Islam, jiwa manusia bersifat dinamis dan bergerak secara substansial. Artinya, jiwa bukan entitas…
    Hadis
    3 hari ago

    RIDHA SUAMI SEBAGAI JALAN SYAFAAT 

    Road of Muhammad dan Perkhidmatan Sejati - K.H. Dr. Jalaluddin Rakhmat, dalam tradisi pemikirannya yang mempertemukan kecintaan intelektual dan spiritual, selalu menekankan bahwa perkhidmatan—pengabdian—adalah…
    Uncategorize
    3 hari ago

    Cahaya Itu Ada di Dalam Sebaik-Baik Rumah Tuhan 

    Itu Rumah Siapa? Ketika rangkaian ayat di atas turun kepada Baginda Nabi Mulia saw., beliau membacakannya…
    Hadis
    4 hari ago

    Kasihilah Diri Sendiri 

    Imam Ali as bersabda bahwa derajat pertama dari kedermawanan adalah ketika seseorang mengambil dari jasmaninya…
    Uncategorize
    5 hari ago

    CAHAYA YANG JATUH KE DALAM LAPAR: Sebuah Prosa Liris tentang Tasbih, Keheningan, dan Tubuh yang Berpuasa

    KH Jalaluddin Rakhmat berkata bahwa jalan tercepat menuju-Nya adalah perkhidmatan. Bukan ritual, melainkan tangan yang memberi, kaki yang datang,…
    Uncategorize
    6 hari ago

    Uraian Kalimat Irfani Hasyim al-Haddad: Dari Retorika Akhlak Hingga Pergeseran Halus 

    ‘Arif billah Syaikh Hasyim al-Haddad, murid dari Ayatullah Sayyid ‘Ali Qadhi, berkata: “Sesungguhnya jalan menuju Allah bukanlah dengan banyak berbicara…
    Uncategorize
    6 hari ago

    Ketika Lapar Memiliki Nada Sendiri : Sebuah Renungan Kecil dari Wirid Siang Hari Bulan Puasa 

    Bayangkan seorang hamba. Ia disapa Tuhan bak Nabi Musa a.s. disapa Tuhan. "Ketika Aku sakit,…
    Uncategorize
    7 hari ago

    Refleksi Dzikir Siang Hari Bulan Ramadhan dalam Pandangan Wahdatul Wujud, Gradasi Wujud dan Stoic  

    filsafat Stoik, di mana para pemikir seperti Epictetus dan Marcus Aurelius mengajarkan bahwa alam semesta diatur oleh Logos—sebuah prinsip rasional dan baik yang identik dengan Tuhan atau Alam. Bagi kaum Stoik, kebaikan tertinggi adalah hidup sesuai dengan alam ini, menerima takdir dengan ketenangan, dan menjadikan kebajikan (virtue) sebagai tujuan utama. 
    Back to top button